Tren Fashion Pria: Gaya yang Bertahan dan yang Baru Muncul

Beberapa bulan terakhir saya serng memperhatikan perubahan cara pria di sekitar saya berpakaian. Di Lutra, kota kecil tempat saya tinggal, dulu yang umum adalah kemeja kantoran atau kaos oblong polos. Skarang banyak yang mulai mix and match dengan outer seperti vest rajut atau cardigan tipis, bahkan celana cargo kembali naik daun. Tren ini gak tiba-tiba. Semua berawal dari satu tempat: ponsel.
Pengaruh Media Sosial terhadap Pilihan Pakaian Pria
Saya sendiri bukan ahli fashion, tapi sejak mulai menulis soal gaya hidup tahun lalu, saya jadi lebih jeli. Di TikTok dan Instagram, konten #OOTD pria skarang didominasi dua kutub. Pertama, gaya old money yang mengedepankan potongan rapi, warna netral, dan bahan berkualitas. Kedua, gaya streetwear yang longgar, banyak layering, dan aksesori mencolok. Keduanya nyatanya punya penggemar di Indonesia Pengalaman serupa saya tulis di tren fashion.
Yang menarik, preferensi pria Indonesia terhadap fashion lokal juga naik. Merek seperti Erigo, Bloods, atau bahkan produk UMKM dari platform daring mulai dilirik. Saya lihat anak-anak muda di Lutra pakai kemeja batik kombinasi celana jeans longgar—paduan yang dulu dianggap kampungan skarang justru dianggap berani. Ini mungkin efek dari kampanye #BeliLokal yang terus digaungkan.
Tapi tren paling saya perhatikan adalah thrifting. Di kota seperti Lutra, toko barang bekas impor banyak didatangi pria yang mencari jaket varsity, kemeja flanel, atau celana chino dengan harga miring. Mereka rela memilah tumpukan baju hanya demi satu potong yang unik. Saya pribadi serng dapat celana merek luar negeri dengan harga seperempat dari harga baru. Rasanya seperti berburu harta karun.
Fenomena lain adalah naiknya popularitas smart casual sebagai pakaian sehari-hari. Banyak pria sekarang gak ragu pakai kemeja lengan panjang digulung, dipadukan dengan chino dan sneakers, bahkan untuk sekadar nongkrong di kafe. Dulu ini hanya dipakai saat kondangan atau wawancara kerja. Skarang jadi seragam tidak resmi.
Perubahan ini wajar aja. Akses informasi tentang gaya semakin mudah, tren datang dan pergi lebih cepat, dan pria jadi lebih berani bereksperimen. Pada akhirnya, fashion bukan soal ikut-ikutan, tapi soal merasa nyaman dengan apa yang dikenakan. Asal gak keluar dari batas sopan santun dan dompet tetap aman, silakan aja.

Bahan bacaan: sumber resmi