Tren Fashion Tren FashionCatatan pilihan untuk pembaca Indonesia.
general

Fashion Murah yang Lagi Tren, Gak Harus Mahal buat Tampil Keren

Tren fashion murah kini marak di Indonesia. Mulai dari thrifting sampai brand lokal. Simak pengalaman langsung dari Lutra soal cara tampil gaya tanpa bikin kantong bolong.

16 Jun 2026 · 2 menit baca · oleh Redaksi Tren Fashion
Fashion Murah yang Lagi Tren, Gak Harus Mahal buat Tampil Keren

Beberapa minggu lalu saya iseng mampir ke pasar loak di pinggiran Lutra. Niatnya cari buku bekas, eh malah nemu jaket denim vintage warna biru pudar yang dijual cuma tiga puluh ribu. Saya langsung ambil, cuci, dan sejak itu jadi andalan tiap jalan-jalan. Dari situ saya sadar, tren fashion murah di Indonesia lagi naik daun banget. Dulu mungkin orang mikir kalau pakaian murah berarti kualitas jelek atau ketinggalan zaman. Sekarang pemikiran itu mulai luntur, terutama di kalangan anak muda yang makin sadar soal style sekaligus dompet.

Kenapa Anak Muda Kini Lebih Pilih Fashion Murah

Saya lihat sendiri di lingkungan sekitar, teman-teman usia 20–30an mulai beralih ke thrift shop, brand lokal, atau bahkan bikin sendiri baju custom dari kain sisa. Alasannya bukan cuma hemat, tapi juga soal identitas. Thrifting misalnya, sekarang udah kayak budaya baru. Di media sosial, konten #thriftfashion atau #prelovedstyle sering muncul, dan banyak yang bangga bisa nemu barang branded bekas dengan harga miring. Hal ini juga didorong oleh kesadaran soal limbah fast fashion. Orang mulai mikir panjang: beli baju baru murah dari merek besar memang murah, tapi efeknya ke lingkungan bikin resah Catatan paralel ada di tren fashion.

Saya sendiri beberapa kali belanja di toko online yang jual pakaian dari sisa produksi pabrik. Harganya di bawah lima puluh ribu, tapi kualitasnya kompetitif karena bahan masih bagus. Salah satu yang lagi tren adalah mix-and-match antara baju thrift dan item baru dari brand lokal. Misalnya pakai kemeja flanel bekas dipadu celana chino dari merek lokal yang harganya terjangkau. Hasilnya? Tampilan tetap kekinian dan yang penting unik.

Tapi bukan berarti semua murah itu langsung oke. Saya pernah tergiur beli kaos polos seharga lima belas ribu lewat e-commerce, sampai rumah ternyata jahitannya langsung lepas setelah dua kali cuci. Makanya saya selalu cek review dulu dan pilih toko yang udah punya reputasi. Di Lutra sendiri, beberapa toko thrift mulai menjamur, dan biasanya pemiliknya kenal baik sama pelanggannya. Waktu saya tanya kenapa jual murah, mereka bilang karena ngambil barang langsung dari pemasok sisa ekspor atau lembaga sosial. Jadi ada unsur etisnya juga.

Intinya, fashion murah bukan lagi sekadar alternatif, tapi jadi gaya hidup yang cerdas. Asal pintar milih dan tahu sumbernya, kita tetap bisa tampil rame tanpa mesti merogok kocek dalam-dalam. Yang penting nyaman, sesuai karakter, dan nggak bikin kepala pusing mikirin tagihan.

Catatan: sumber resmi

Tag: #fashion #tren murah #thrift #gaya hidup #anak muda